Piala Dunia: Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina Belum Kantongi Visa AS

BOLAGSIA ‎Kota Meksiko - Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub masih tertahan di Kota Meksiko sambil menunggu visa Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Piala Dunia FIFA 2026. 
‎"Saya tidak melihat adanya keadilan ketika kewenangan digunakan untuk menolak hak pelaku sepak bola dari seluruh dunia untuk hadir," kata tokoh politik senior Palestina tersebut dalam wawancara dengan The Associated Press.
‎Tim nasional Palestina memang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun, FIFA secara rutin mengundang para ketua federasi sepak bola dari berbagai negara untuk menghadiri turnamen empat tahunan tersebut, yang dipromosikan sebagai perayaan persatuan global.
‎"Semua orang akan diterima di Kanada, Meksiko, dan AS untuk Piala Dunia tahun depan. Kami bekerja sepenuhnya untuk mewujudkan hal itu,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino tahun lalu.
‎Namun, AS menolak memberikan izin masuk kepada delegasi dari sejumlah negara, termasuk seorang wasit asal Somalia dan seorang fotografer yang mendampingi tim nasional Irak.
‎Infantino mengatakan pekan ini bahwa FIFA telah berupaya membantu menyelesaikan berbagai persoalan visa, tetapi organisasi tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengesampingkan keputusan pemerintah AS.
‎"Kita harus menghormati bahwa kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat penegak hukum," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (10/6).
‎Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan komentar terkait status visa Rajoub. Namun, tahun lalu pemerintah AS memberlakukan pembatasan baru bagi pemegang paspor Palestina, termasuk mereka yang pernah bekerja untuk Otoritas Palestina.
‎Pemerintah AS juga mencabut visa yang sebelumnya memungkinkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September tahun lalu.
‎Rajoub dan sejumlah pejabat sepak bola Palestina telah lama menuding Israel melanggar aturan FIFA dengan mengizinkan tim-tim yang berbasis di permukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki untuk berlaga di liga nasional Israel.
‎Mereka mendesak FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Israel. Selain itu, mereka mengecam pembatasan terhadap pergerakan pemain Palestina dan dampak perang di Jalur Gaza. Menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina, perang telah merusak atau menghancurkan 80 persen fasilitas olahraga dan menewaskan sedikitnya 565 pemain. 
‎Bulan lalu, Rajoub menolak berjabat tangan dengan Ketua Federasi Sepak Bola Israel meski diminta oleh Infantino. Menurutnya, tindakan tersebut tidak akan menyembuhkan luka yang ada, melainkan hanya akan menjadi upaya untuk menutupi tindakan Israel.
‎Rajoub menegaskan bahwa ketika Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, negara tersebut tidak menerapkan pembatasan visa serupa terhadap orang-orang yang diundang untuk menghadiri turnamen tersebut.


Tag Terkait 

Piala Dunia   FIFA    Palestina   Jibril Rajoub  

Amerika Serikat    Piala Dunia 2026   FIFA

Gianni Infantino   VISA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga