Media Vietnam Dibuat Terkejut, Drama VAR di Menit Akhir Hancurkan Mimpi Indonesia U-19

BOLAGSIA JAKARTA - Perjalanan Timnas Indonesia U-19 dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala AFF U-19 2026 harus berakhir dengan cara yang menyakitkan.

Garuda Muda tersingkir di babak semifinal setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Australia dalam laga penuh tensi yang diwarnai kontroversi keputusan VAR.

Kekalahan tersebut tidak hanya meninggalkan kekecewaan mendalam bagi skuad asuhan Nova Arianto, tetapi juga memicu perdebatan luas.

Pasalnya, gol kemenangan Australia tercipta melalui situasi yang sempat dianggap offside sebelum akhirnya disahkan oleh wasit usai peninjauan VAR.

Media Vietnam, Soha, turut menyoroti jalannya pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.

Dalam laporannya, Soha menilai duel Indonesia kontra Australia berjalan sesuai ekspektasi, mengingat kedua tim sama-sama mengincar tiket menuju partai puncak.

Sejak awal pertandingan, kedua kubu tampil dengan pendekatan yang cukup hati-hati.

Indonesia maupun Australia lebih memilih menjaga keseimbangan permainan dan memperkuat lini pertahanan ketimbang mengambil risiko dengan bermain terbuka.

Pada babak pertama, pertandingan berlangsung relatif seimbang. Australia berusaha memanfaatkan keunggulan fisik mereka melalui umpan-umpan panjang serta serangan dari sektor sayap.

Namun, rapatnya pertahanan Indonesia membuat berbagai upaya tersebut gagal membuahkan hasil.

Di sisi lain, Garuda Muda juga belum mampu menemukan ritme permainan terbaiknya.

Hubungan antara lini tengah dan lini depan belum berjalan mulus sehingga peluang berbahaya yang tercipta masih sangat terbatas.

Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan mulai meningkat. Australia perlahan mengambil alih inisiatif serangan dan beberapa kali memberikan tekanan serius ke area pertahanan Indonesia.

Meski demikian, buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang mereka terbuang percuma.

Indonesia sendiri sempat memperoleh beberapa kesempatan menjanjikan melalui skema serangan balik cepat.

Sayangnya, para pemain depan Garuda Muda gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol.

Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, momen penentu justru hadir di penghujung pertandingan.

Pada menit ke-88, Australia melancarkan serangan dari lini tengah sebelum bola dialirkan kepada Marcus. Pemain tersebut berhasil menaklukkan kiper Indonesia, Dafa, dan mengirim bola ke dalam gawang.

Awalnya, gol itu langsung dianulir karena hakim garis mengangkat bendera tanda offside.

Keputusan tersebut sempat disambut lega oleh para pemain Indonesia. Namun, situasi berubah setelah wasit mendapatkan masukan dari tim VAR.

Setelah melakukan peninjauan ulang, wasit akhirnya memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut. Australia pun unggul 1-0 di saat pertandingan hanya menyisakan beberapa menit.

Keputusan itu sontak memicu reaksi dari sebagian suporter tuan rumah yang memadati stadion. Menurut laporan Soha, banyak pendukung Indonesia merasa kecewa karena gol yang sebelumnya dibatalkan akhirnya dinyatakan sah.

Media Vietnam tersebut juga menyoroti situasi di tribun sesaat setelah gol tercipta. Mereka menyebut sejumlah penonton meluapkan emosinya dengan melemparkan botol air ke arah area perayaan pemain Australia.

"Menyaksikan tim mereka kebobolan gol kontroversial di momen krusial, banyak penggemar Indonesia yang marah, melemparkan banyak botol air ke area tempat para pemain Australia merayakan gol tersebut," kata Soha.

Indonesia sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada sisa waktu pertandingan.

Namun, upaya yang dilakukan Garuda Muda tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor 1-0 untuk keunggulan Australia pun bertahan hingga akhir laga. Hasil tersebut memastikan Australia melangkah ke partai final dan akan menghadapi Thailand dalam perebutan gelar juara.

Sementara itu, Indonesia harus mengubur mimpi mempertahankan trofi yang sebelumnya berhasil mereka raih.

Kekalahan dramatis yang ditentukan oleh gol kontroversial di menit-menit akhir itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Garuda Muda di turnamen dengan penuh kepedihan.


Tag Terkait 

Timnas U-19       Sohan.vn

Australia U-19    Asean U-19 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga