Masuk Grup Neraka, Skuad Mewah King Indo Siap Gulung Thailand dan Balas Dendam Lawan Jepang
BOLAGSIA JAKARTA - Berbagai persiapan matang tengah dilakukan pelatih John Herdman untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Asia 2027.
Berdasarkan hasil drawing, langkah Timnas Indonesia dipastikan tidak akan mudah. Skuad Garuda angsung masuk ke dalam Grup F yang dihuni oleh lawan-lawan kelas berat, yakni Jepang, Qatar, dan Thailand.
Disitat dari kanal YouTube Puncak Klasemen, lawan terberat tentu adalah Jepang sebagai raja terakhir Asia.
Berada di undian pot 4, anak asuh John Herdman memang harus bersiap menghadapi negara-negara unggulan.
Banyak pihak menyebut posisi ini sebagai grup neraka bagi Timnas Indonesia. Namun, dengan kedalaman skuad yang kian mewah, Timnas Indonesia siap memberikan kejutan besar di tingkat Asia.
Di luar prediksi banyak orang Timnas Indonesia yang kini disebut sebut dengan nama King Indo akan kembali bersua dengan Jepang.
Raja terakhir di Asia ini tentu bukan lawan yang asing bagi skuad Garuda yang punya pengalaman bertemu dengan Samurai Biru di ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
Saat itu, Indonesia harus puas kalah back to back dari negeri Sakura saat tim masih ditangani oleh Shin Tae yong dan Patrick Kluivert.
Garuda dibabat 0-4 di Gelora Bung Karno, dan diberondong setengah lusin gol di Jepang oleh skuad lapis kedua mereka.
Level Jepang sendiri semakin mengerikan setelah lolos ke Piala Dunia 2026 dan baru saja menumbangkan Inggris 1-0 di Stadion Wembley pada FIFA Matchday Maret lalu.
Menanggapi grup berat ini, John Herdman meminta anak asuhnya untuk tidak kalah mental duluan dan justru menikmati status underdog.
"Fase grup ini akan sangat kompetitif bagi Indonesia. Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk terus berkembang sebagai negara dan menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030," tegas Herdman.
"Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit, tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit. Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut," tambah pelatih asal Inggris tersebut.
Mewaspadai Kekuatan Licik Qatar dan Derby ASEAN
Selain Jepang, Indonesia wajib ekstra waspada terhadap Qatar. Di bawah asuhan Julen Lopetegui, eks pelatih Real Madrid dan Sevilla, Qatar berstatus juara bertahan dua edisi beruntun.
Lopetegui sendiri tampaknya mulai meremehkan Indonesia karena hanya fokus menyebut Jepang sebagai pesaing terkuat di Grup F.
"Jepang selalu menjadi salah satu kekuatan utama dalam sepak bola Asia. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas dan kami harus percaya pada diri sendiri," kata Lopetegui tanpa menyinggung Indonesia.
Lopetegui wajib belajar dari nasib sial Roberto Mancini dan Herve Renard yang didepak dari kursi pelatih Arab Saudi usai disulitkan oleh taktik Indonesia di kualifikasi Piala Dunia lalu.
Namun, selain taktik, Indonesia wajib mengantisipasi faktor non-teknis kontroversial Qatar yang kerap diuntungkan keputusan wasit saat menjadi tuan rumah, seperti drama tiga penalti di final Piala Asia 2023.
Tantangan terakhir di Grup F adalah laga bertajuk derby ASEAN melawan Thailand.
Ini menjadi momen dejavu karena kedua tim terakhir kali bentrok pada Piala AFF 2022. Secara head to head, Thailand memang unggul dengan 37 kemenangan dari 78 laga.
Namun kini, nilai pasar skuad Garuda melonjak drastis mencapai 30,6 juta euro, berbanding jauh dengan Thailand yang hanya 8,7 juta euro.
Meroketnya kualitas Indonesia berkat program naturalisasi ini sempat disindir oleh Ketua FAT, Madam Pang, yang menegaskan pihaknya hanya mau menaturalisasi pemain yang murni memiliki darah keturunan.
"Pemain yang menggunakan seragam tim nasional Thailand harus memiliki darah Thailand," kata Madam Pang.
"Vietnam dan banyak tim di kawasan ini aktif melakukan naturalisasi pemain, tetapi Thailand hanya akan melakukannya dengan pemain yang memiliki warisan Thailand," sambungnya.
Skenario Lolos ke Babak 16 Besar
Untuk melampaui rekor lolos 16 besar milik Coach Shin di edisi 2023, Coach Herdman diuntungkan dengan skuad yang berada di usia matang, seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Maarten Paes, Rizky Ridho, hingga pemain senior sarat pengalaman seperti Emil Audero, Calvin Verdonk, Thom Haye, dan Kevin Diks.
Regulasi AFC menetapkan dua tim teratas otomatis lolos ke fase gugur, ditambah empat tim peringkat tiga terbaik.
Target realistis minimum bagi Tim Nasional Indonesia adalah membidik posisi runner-up di bawah Jepang.
Skenario ini sangat mungkin terjadi jika Ole Romeny dan kawan-kawan mampu menyapu bersih kemenangan atas Qatar dan Thailand, serta bertarung mati-matian mengamankan hasil imbang kontra Jepang.
Tag Terkait
Timnas Indonesia Piala Asia
John Herdman
Komentar