Klub Pindah Kandang di Tengah Kompetisi Super League, I.League Ingatkan Sanksi Pengurangan Poin

BOLAGSIA JAKARTA - Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menegaskan mulai musim depan, setiap klub wajib bermain di kandang yang telah didaftarkan tanpa terkecuali.
Menurut Asep, persoalan perubahan dalam sebuah organisasi sepakbola harus dipandang dari aspek tata kelola dan mekanisme organisasi yang berlaku.

Meski demikian, I.League telah menerima surat yang ditembuskan kepada operator kompetisi tersebut.

"Setiap anggota PSSI memiliki hak untuk mengajukan perubahan atau kebijakan tertentu. Namun semuanya harus mengikuti prosedur dan mekanisme organisasi yang sudah ditetapkan," ujar Asep.

Ia menegaskan bahwa I.League belum berada pada posisi untuk memberikan tanggapan lebih jauh karena masih terdapat tahapan organisasi yang harus dilalui sebelum keputusan resmi dapat diambil.

Dari sisi kompetisi, Asep menjelaskan bahwa seluruh klub peserta Super League 2026-2027 telah menjalani proses Club Licensing yang menjadi dasar kelayakan mengikuti kompetisi musim depan.

Dalam proses tersebut, terdapat lima aspek utama yang menjadi penilaian, yakni infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration.

Asep menuturkan bahwa data yang diajukan klub dalam siklus lisensi yang berakhir pada Mei 2026 menjadi acuan utama bagi I.League dalam menetapkan status kelayakan klub untuk berkompetisi.

"Apabila setelah mendapatkan status granted terjadi perubahan terhadap salah satu aspek yang telah disetujui, tentu ada konsekuensi yang diatur dalam regulasi Club Licensing," katanya.

Salah satu contoh yang disoroti adalah perubahan terkait stadion atau home base yang telah didaftarkan saat proses lisensi berlangsung.

Menurut Asep, regulasi Super League telah mengatur sanksi apabila terdapat ketidaksesuaian terhadap aspek yang menjadi dasar pemberian lisensi.

"Kalau melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin," ujarnya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa setiap perubahan venue pertandingan juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Stadion pengganti yang diajukan harus memenuhi standar yang sama dengan stadion yang sebelumnya telah disetujui dalam proses lisensi.

Selain mengacu pada PSSI Stadium Infrastructure Regulation 2021, I.League juga menerapkan sejumlah persyaratan tambahan yang wajib dipenuhi klub. Beberapa di antaranya adalah pencahayaan stadion minimal 1.600 lux serta kapasitas minimal 5.000 kursi tunggal (single seat).

Karena itu, setiap stadion baru yang diajukan akan terlebih dahulu melalui proses inspeksi dan verifikasi oleh operator kompetisi.

"Jika stadion yang diajukan tidak memenuhi standar yang ditetapkan maupun persyaratan lainnya, tentu ada konsekuensi sesuai regulasi. Yang pasti, setiap stadion akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk kompetisi," tutur Asep.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa I.League akan tetap berpegang pada regulasi Club Licensing dan standar infrastruktur kompetisi demi menjaga integritas serta profesionalisme penyelenggaraan Super League 2026-2027.


Tag Terkait 

I league    super league     PSSI 


Asep Saputra    liga 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga