Gianni Infantino Bikin Kontroversi Lagi, FIFA Ingin Gelar Laga Israel vs Palestina di Turnamen U-15

BOLAGSIA JAKARTA - FIFA berencana menggelar pertandingan simbolis antara Israel dan Palestina sebagai laga pembuka dalam turnamen sepak bola kelompok usia di bawah 15 tahun (U-15) di Amerika Serikat pada September 2026. Meski bukan bagian dari Piala Dunia U-15 resmi, kompetisi itu akan terbuka bagi seluruh 211 anggota FIFA, termasuk Rusia yang hingga saat ini masih dilarang berpartisipasi di level senior.

Rencana penyelenggaraan turnamen itu pertama kali diumumkan pada Desember 2025. Presiden FIFA Gianni Infantino disebut memiliki ambisi besar untuk menjadikan sepak bola sebagai sarana mempromosikan perdamaian dan persatuan dunia. Salah satu wujud dari visi itu ialah adanya rencana mempertemukan tim Israel dan Palestina dalam laga pembuka U-15. 

Pasalnya, upaya FIFA dalam memainkan peran sebagai mediator perdamaian sebelumnya sempat menemui hambatan. Saat Kongres FIFA ke-76 di Vancouver pada April 2026, Infantino mengalami momen canggung saat mencoba mengatur jabat tangan antara delegasi Palestina dan Israel. Saat itu, Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub menolak berdiri berdampingan dengan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel Basim Sheikh Suliman meski Infantino telah beberapa kali mengimbau. 

Meskipun demikian, pengalaman itu tidak menyurutkan langkah FIFA. Sumber internal FIFA yang dilansir dari The Guardian menyebutkan bahwa Infantino tetap berkomitmen untuk mendorong dialog melalui sepak bola, termasuk dengan mengusulkan laga pembuka antara kedua pihak yang saat ini masih dalam tahap pertimbangan aktif.

Lokasi penyelenggaraan turnamen pun belum ditetapkan secara resmi, tetapi Miami disebut sebagai kandidat terkuat karena FIFA memiliki kantor besar di kota itu. Turnamen edisi perdana akan diikuti oleh tim putra, sedangkan edisi putri direncanakan berlangsung setahun kemudian.

Mulai 2028, FIFA berencana menggelar dua festival sepak bola usia muda setiap tahun secara terpisah untuk kategori putra dan putri. 

Menanggapi kritik terkait potensi campur tangan dalam konflik politik Israel-Palestina, sumber FIFA menegaskan bahwa inisiatif itu bertujuan murni untuk memberikan harapan bagi generasi muda. Dalam pernyataannya usai insiden di Vancouver, Infantino menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas. 

“Saya ingin berterima kasih kepada perwakilan Israel dan Palestina, yang memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama sebagai anggota FIFA. Mari kita bekerja bersama untuk memberi harapan kepada anak-anak di seluruh dunia,” ujar Gianni Infantino.

Infantino juga mengklaim bahwa turnamen U-15 itu akan menjadi momentum untuk menyatukan anak-anak dari berbagai negara melalui sepak bola. Namun, saat itu Jibril Rajoub pun menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati prosedur hukum, tetapi menilai sudah saatnya FIFA mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.

Rajoub juga mengkritik adanya standar ganda dalam penanganan isu itu. 

“Olahraga tetaplah olahraga, itu harus dihormati. Namun, ketika pihak lain dianggap mewakili kebijakan yang kami nilai bermasalah, sulit bagi saya untuk bersikap seolah tidak terjadi apa-apa,” kata Rajoub.


Tag Terkait 

Giani Infantino   palestina 

Israel   Piala dunia 2026   FIFA 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga