Bung Towel Heran John Herdman Bela Mati-matian Ferarri, Tapi Tak Main Semenit Pun di Timnas Indonesia

BOLAGSIA - JAKARTA - Pengamat sepak bola, Tommu Welly bingung dengan keputusan pelatih Timnas Indonesia John Herdman di FIFA Matchday Juni 2026. Pasalnya, Muhammad Ferarri tidak mendapat kesempatan bermain dalam dua pertandingan yang telah dijalani.

Timnas Indonesia sukses menutup agenda FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil sempurna. Skuad Garuda berhasil meraih kemenangan 3-0 atas Oman dan kemudian menundukkan Mozambik dengan skor 1-0.

Namun di balik dua kemenangan tersebut, absennya menit bermain bagi Muhammad Ferarri justru memunculkan tanda tanya. Sebab sebelumnya, Herdman sempat memberikan penjelasan panjang mengenai alasan dirinya tetap mempercayai sang pemain.

Menurut Bung Towel, pembelaan yang dilakukan Herdman terhadap Ferarri terkesan terlalu jauh dan tidak berfokus pada aspek performa terkini pemain. Ia menilai argumen yang disampaikan pelatih asal Kanada tersebut lebih banyak berbicara mengenai potensi dibandingkan performa nyata di lapangan.

"Ferarri itu kan sampai dia (John Herdman) harus menjawab dalam sebuah jumpa pers sebelum pertandingan ya, preview ya atau pre-match itu menjelaskan tentang Ferarri," ujar Bung Towel dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (13/6/2026). "Menurut saya sih kepanjangan menjelaskannya. Terlalu kejauhan gitu loh. Nanti itu apa, teori perform dan potensial-nya itu kabur nanti," tambahnya.

Bung Towel menegaskan bahwa dalam level tim nasional senior, parameter utama yang seharusnya menjadi pertimbangan adalah performa pemain saat ini. Ia menilai potensi memang penting, tetapi lebih relevan digunakan dalam proses pembinaan pemain usia muda. "Kan bukan soal, kalau Tim Nasional bukan soal potensial dong, soal perform dong. Iya. Kalau kita bicara potensial lah ya, fase development, oke. Tapi kalau senior kan based on perform harusnya," kata Bung Towel.

"Tapi kan kemarin dia kasih argumennya potensial yang dimiliki Ferarri gitu loh. Udah panjang lebar jelasinnya enggak dimainin pula. Karena kan dia kalau enggak salah tuh dia kan diambil dari kolam dari AFF kan, akhirnya dia tampil di FIFA Matchday dipanggil ikut," sambungnya. 

Lebih lanjut, Bung Towel berpendapat bahwa Ferarri sebenarnya lebih cocok diproyeksikan untuk ajang Piala AFF 2026. Menurutnya, persaingan di lini belakang Timnas Indonesia untuk level Asia Tenggara masih memungkinkan Ferarri mendapatkan tempat yang lebih kompetitif.

Ia juga menilai penampilan Ferarri pada ajang sebelumnya mungkin menjadi salah satu alasan Herdman tetap memasukkan namanya ke dalam skuad. Namun, Bung Towel merasa penilaian tersebut tidak cukup kuat untuk menjadi dasar pemanggilan di level FIFA Matchday

"Nah mungkin pada saat di kolam AFF itu kan dia saingan di belakangnya tuh emang kurang, ada pemain Dewa tuh yang belakang. Dia, saingannya sama satu lagi Wahyu Prasetyo. Dari dua itu, John Herdman melihatnya memang Ferarri main bagus pada saat internal game kayaknya," ucap Bung Towel.

"Tapi yang khusus kasus itu mungkin saya salah, tapi agak kejauhan dia nariknya. Jadi teorinya perform dan potensial-nya jadi bias tuh. Dia bicara tentang potensial Ferarri dan terlalu jauh nariknya di era kejauhan. Yang sebelumnya. Padahal kan kita harus lihat yang saat ini yang terbukti," tutupnya. 

Perdebatan mengenai pemanggilan Muhammad Ferarri pun diprediksi masih akan berlanjut. Terlebih, sang pemain tidak memperoleh kesempatan tampil meski Timnas Indonesia menjalani dua pertandingan internasional penting dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026.


Tag Terkait 


Bung Towel    Ferarri 

John Herdman   timnas Indonesia 

FIFA Match Day 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga