Diterpa Isu Rasisme, Persib Diuji Jelang Akhir Musim: Fokus Juara atau Terganggu Drama?
BOLAGSI BNADUNG - Persib Bandung menghadapi ujian berat di penghujung BRI Super League, bukan hanya empat laga krusial penentu gelar, tapi juga badai tudingan rasisme yang menyeret kapten Marc Klok. Di tengah tekanan, Maung Bandung dituntut tetap fokus demi mempertahankan trofi.
Menjelang kompetisi BRI Super League berakhir, Persib dihadapkan dua tantangan besar yakni teknis dan nonteknis. Tantangan teknis harus dijalani Persib menghadapi empat pertandingan terakhir yakni melawan PSIM, Persija, PSM, dan Persijap, Sedangkan tantangan nonteknis yakni adanya hal-hal di luar lapangan yang bisa mengganggu upaya Persib untuk kembali meraih trofi musim ini, tiga kali berturut-turut.
Gangguan nonteknis yang tengah dijalani Persib saat ini adalah tudingan rasisme terhadap kapten tim, Marc Klok. Ia dituding mengeluarkan ucapan rasisme terhadap penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC (BFC) asal Pantai Gading, Henri Doumbia. Klok mengatakan mengatakan “Give Me The Ball Back” (kembalikan bola itu ke saya), bukan “Give Me The Ball Black”.
Meski sudah diklarifikasi oleh Klok dan juga adanya pernyataan resmi dari Persib, namun tudingan ini terus digelindingkan oleh beberapa pihak yang tak ingin Persib juara lagi musim ini. Bahkan sekelas manajer timnas yang merangkap sebagai manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC (BFC), Kombes Pol Sumardji, ikut mengompori dugaan rasisme ini sehingga makin menggelinding menjadi bola liar. Tak sampai di sana, klub BFC pun mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan rasisme tersebut dan dikabarkan melaporkan dugaan rasisme tersebut ke Komdis PSSI.
Komentar
Posting Komentar