Belajar dari Jepang, Komite Wasit PSSI Nilai Liga Indonesia Belum Bisa Lepas dari Wasit Asing
Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menilai kompetisi sepak bola Indonesia belum bisa lepas dari wasit asing dalam waktu dekat.
Sebagaimana diketahui, federasi sepak bola tanah air sebelumnya telah memutuskan memakai jasa wasit asing dan lokal dengan rasio masing-masing 30 persen ditambah 70 persen saat bergulirnya liga musim 2025/2026.
Keberadaan wasit dari luar negeri diharapkan mendorong terjadinya transfer ilmu dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas wasit lokal.
Ogawa menilai, pihaknya belum akan menghentikan strategi pemakaian jasa wasit asing dalam waktu dekat.
Pasalnya belajar dari Jepang, JFA hingga kini tetap rutin memanggil pengadil dari Jerman, Eropa, dan Amerika Selatan ke J-League, meski liga mereka di atas kertas sudah berada pada jajaran top Asia.
"Sebenarnya, berdasarkan pengalaman saya, di Jepang bahkan masih mengundang (wasit) dari Jerman, Eropa, dan Amerika Selatan. Makanya, ini (mendatangkan wasit asing ke liga Indonesia), tetapi perlu kita lanjutkan," kata Ogawa kepada awak media di Senayan, Jakarta pada Rabu (1/10/2025).
Malahan menurut Yoshimi Ogawa, tak menutup kemungkinan Indonesia butuh merekrut wasit asing yang bekerja secara penuh waktu.
Namun bukan untuk alasan ketergantungan, keberadaan mereka dinilai perlu untuk menjadi role model bagi perangkat pertandingan lokal.
"Bahkan suatu hari, kami butuh ada wasit asing yang bekerja penuh waktu di sini. Sekarang kami baru mulai. (Wasit asing baru bisa didatangkan setiap) dua minggu, tiga minggu, bergantung pada ketersediaan mereka. Bukan hanya wasit asing, hal itu juga berlaku untuk wasit-wasit top lainnya. Karena sekarang ada irisan antara kompetisi AFC dan FIFA, sehingga sangat sulit untuk mencari wasit yang available," papar Ogawa.
"Akan tetapi, ketika kami dapat, kami selalu coba mendatangkan (wasit asing). Mereka akan menjadi role model," tambahnya.
Terlepas dari keinginan mempertahankan pengadil asing, Yoshimi Ogawa memastikan fokus utama pihaknya tetap pada upaya mengedukasi wasit liga Indonesia agar bisa menghasilkan keputusan terbaik di lapangan.
Selain itu, mereka juga berupaya menjalin komunikasi dengan pelatih dan klub-klub agar bisa saling memahami dan menghormati ketika terjadi konflik di lapangan.
"Saya tahu tanggung jawab saya. Pak Erick dan anggota Exco PSSI sudah mendukung kami. Makanya saya harus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan wasit," kata Ogawa.
"Kami juga harus lanjut berkomunikasi dengan pihak-pihak lain, termasuk pelatih kepala di tiap-tiap klub, baik di Super League maupun Championship. Kemudian di lapangan, antara pelatih dan wasit pun harus kooperatif," imbuhnya.
Komite Wasit Terbuka Terima Saran
Lebih lanjut, Ogawa juga menegaskan Komite Wasit terbuka terhadap saran dan masukan dari pelatih maupun klub. Menurutnya, hal itu justru hal bagus di tengah upaya meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.
"Kemudian jika ada yang bisa kami tingkatkan, menurut saran mereka (para pelatih kepala klub), tentu kami akan senang (melakukannya). Karena pada akhirnya, perhatian utama kami adalah untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," ujar Ogawa kepada awak media.
"Makanya kita harus bekerja bersama. Kadang memang kami (wasit) membuat kesalahan, kami minta maaf. Tapi belakangan ini, para pelatih bisa memahami kami dan saya sangat mengapresiasi itu," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar