Erick Thohir Tantang Klub-Klub Legendaris Rebut Gelar Piala Presiden 2026 dari Port FC
BOLAGSIA Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tantangan kepada klub-klub peserta Piala Presiden 2026 untuk mengembalikan trofi ke Indonesia. Menurutnya, edisi kali ini akan menjadi salah satu turnamen paling bergengsi karena diikuti sejumlah klub besar dari dalam maupun luar negeri.
Juara bertahan asal Thailand, Port FC, dipastikan kembali ambil bagian. Kehadiran klub tersebut membuat persaingan diprediksi semakin sengit, mengingat sepak bola Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara.
"Bisa gak mempertahankan maruahnya sebagai klub-klub legendaris merebut pialanya dari Port FC, Thailand. Yang juga kita tahu Thailand adalah momok persepak bolaan kita juga. Timnas kita lawan Thailand, lawan Vietnam," Ujar Erick Thohir Dalam Konversi Pers di jakarta.
Erick Thohir menilai kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh klub-klub Indonesia untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan para pendukung sendiri.
Deretan Klub Besar Siap Bersaing
Piala Presiden 2026 akan menghadirkan sejumlah klub dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Erick secara khusus menyoroti kekuatan beberapa peserta yang dinilai memiliki motivasi tinggi untuk meraih gelar.
Persebaya Surabaya, yang sedang merayakan usia ke-100 tahun, disebut memiliki semangat tambahan untuk tampil maksimal. Sementara itu, Persib Bandung datang dengan status sebagai salah satu tim paling konsisten setelah sukses meraih gelar liga secara beruntun.
"Ini ada persebaya, bukan kaleng-kalengan tahun ini. 100 tahun persebaya ya. Lalu ada Persib Bandung, 3 kali berturut-turut di Liga, juga klub besar pastinya," Ucap Erick Thohir l.
Tak hanya itu, Persija Jakarta juga diprediksi tampil dengan ambisi besar. Erick menilai klub ibu kota memiliki target tinggi seiring momentum perayaan 500 tahun Kota Jakarta.
"Persija, jangan diajak bicara, ini targetnya luar biasa. 500 tahun kota Jakarta, jadi pasti serius," Lanjut Erick Thohir.
Di sisi lain, Arema FC tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan. Klub asal Malang tersebut memiliki rekam jejak impresif di ajang Piala Presiden dan dikenal sebagai salah satu tim tersukses dalam sejarah turnamen pramusim tersebut.
"Arema fc, kalau di Piala Presiden legendarisnya," Sambung Erick Thohir
PSMS Medan Jadi Sorotan
Selain klub-klub peserta Liga 1, Erick Thohir juga memberikan perhatian khusus kepada PSMS Medan. Menurutnya, klub legendaris asal Sumatera Utara itu memiliki sejarah besar dalam sepak bola nasional dan berpotensi kembali bersaing di kasta tertinggi.
"Nah, jangan lupa yang menarik juga PSMS. Ini PSMS, klub legendaris yang saya yakin ke depan mungkin naik Liga 1 lah ke depan. Mudah-mudahan ya," Lanjutnya.
Ia berharap keikutsertaan PSMS di Piala Presiden dapat menjadi momentum kebangkitan tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut agar kembali promosi ke Liga 1 dalam waktu dekat.
Persaingan Internasional Semakin Menarik
Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi klub Indonesia. Turnamen ini juga menghadirkan wakil dari Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam sehingga kualitas persaingan dipastikan meningkat.
Kehadiran klub-klub luar negeri membuat setiap pertandingan memiliki nilai kompetitif yang tinggi. Selain menjadi ajang pemanasan menjelang musim baru, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi klub Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari negara lain.
Erick Thohir optimistis Piala Presiden 2026 akan menjadi tontonan menarik bagi pencinta sepak bola. Ia berharap klub-klub legendaris Indonesia mampu menjaga gengsi sepak bola nasional sekaligus merebut kembali gelar juara dari tangan Port FC.
"Dan tentu ini membuktikan persaingan piala presiden tahun ini pasti ya dengan dihadiri Singapura, Brunei, Thailand juara bertahanan pasti hal yang sangat menarik ditonton dan kembali jadi maruah buat klub-klub legendaris," Ungkap Erick Thohir.
Dengan komposisi peserta yang kuat dan atmosfer persaingan internasional, Piala Presiden 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling kompetitif sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut.
Komentar