Nasib Peter de Roo di Ujung Tanduk: Persis Solo Terpuruk, Desakan Pemecatan Meningkat

BOLAGSIA SURAKARTA - Posisi pelatih Persis Solo, Peter de Roo, berada di ujung tanduk.

Rentetan hasil buruk membuat arsitek asal Belanda itu digoyang isu pemecatan, bahkan disebut berpotensi menjadi pelatih ketiga yang terdepak di Super League 2025/2026, setelah sebelumnya Eduardo Almeida (Semen Padang) dan Bernardo Tavares (PSM Makassar) berpisah dengan klubnya.

Sejak kemenangan perdana atas Madura United di pekan pertama, Persis Solo tak lagi merasakan tiga poin dalam tujuh laga beruntun.

Puncaknya, Laskar Sambernyawa keok 1–3 dari Malut United di Stadion Manahan (20/10/2025), kekalahan yang terasa semakin menyesakkan karena terjadi di kandang sendiri.

Tak hanya itu, Persis kini sudah tiga kali tumbang di Manahan, setelah sebelumnya juga kalah dari Persija Jakarta dan Persijap Jepara.

Situasi ini memicu gelombang kekecewaan dari suporter. Seruan “Peter Out” mulai banyak terdengar, baik di stadion maupun media sosial. Tekanan publik semakin besar, sementara performa tim tak kunjung membaik.

Usai laga kontra Malut United, Peter de Roo tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai para pemainnya melakukan kesalahan-kesalahan mendasar yang berujung pada kebobolan.

Peter mengatakan bahwa Persis tampil buruk dalam distribusi bola serta rapuh saat transisi bertahan.

Di sisi lain, lini depan juga gagal membongkar pertahanan lawan. Kombinasi problem ini membuat permainan Persis mudah dipatahkan.


Kekalahan demi kekalahan membuat Persis Solo kini terjerembap ke zona degradasi.
Dari 9 pertandingan, Persis hanya mengoleksi:

1 kemenangan
2 hasil imbang
5 kekalahan
Total 5 poin
Posisi: peringkat 16

Situasi tersebut membuat manajemen Persis disebut mulai mencari opsi langkah penyelamatan, termasuk kemungkinan pergantian pelatih bila tren negatif tidak segera berhenti.

Peluang kebangkitan Persis tak datang dengan mudah.

Pasalnya, pada laga berikutnya mereka harus bertandang ke markas Persib Bandung, juara bertahan yang kini juga berusaha kembali ke papan atas.

Mengalahkan Persib di GBLA, 27 Oktober 2025, jelas bukan tugas ringan.

Namun hasil pada laga itu diyakini akan sangat menentukan nasib Peter de Roo, apakah tetap dipertahankan atau menjadi nama ketiga yang “tumbang” di musim ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Umuh Muchtar Kekayaan: Dari Kredit Celana ke Sultan Tanah Bandung

Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan

Sosok Soufian Asafiati, Agen Patrick Kluivert Kelahiran Maroko Pengusaha Bidang Olahraga